
Invalid Date
Dilihat 5 kali

BIKU SARANA – Menghadapi musim kemarau panjang yang melanda wilayah Desa Biku Sarana pada tahun 2026, pemerintah desa bersama tokoh adat dan seluruh masyarakat menyelenggarakan ritual serta acara adat khusus untuk meminta turunnya hujan.
Kegiatan yang berlangsung hikmat ini digelar sebagai bentuk kearifan lokal serta ikhtiar spiritual warga dalam memohon keberkahan dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa agar kekeringan segera berakhir.
Kepala Desa Biku Sarana, Silun Rasius, menyampaikan bahwa ritual adat ini merupakan tradisi leluhur yang terus dijaga kelestariannya, terutama saat menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Musim kemarau yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih warga, tetapi juga mengancam sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat desa.
"Melalui pelaksanaan acara adat ini, kita bersama-sama berdoa dan memohon petunjuk serta rahmat agar hujan segera turun membasahi tanah desa kita. Selain sebagai upaya spiritual, momen ini juga mempererat tali silaturahmi, gotong royong, dan rasa kebersamaan antarwarga desa," ujar Silun Rasius.
Acara adat diawali dengan prosesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh dan tetua adat setempat, dilanjutkan dengan ritual simbolis penyerahan hasil bumi serta musyawarah warga. Seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi tua hingga muda, tampak antusias mengikuti jalannya prosesi hingga selesai.
Dengan digelarnya tradisi ini, Pemerintah Desa Biku Sarana berharap harapan masyarakat untuk mendapatkan sumber air yang cukup dapat segera terwujud, sehingga aktivitas pertanian dan kebutuhan harian warga dapat kembali berjalan normal.
Bagikan:

Desa Biku Sarana
Kecamatan Jelai Hulu
Kabupaten Ketapang
Provinsi Kalimantan Barat
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini